Minggu, Oktober 04, 2009

Adikku Lembah Sunyi



Adikku lembah sunyi
aku menulis ini untukmu
agar ada kisah yang abadi
menghibur tangis sesak di hati
langit, bumi, tebing, dan batu-batu
yang kau lewati di lorongmu
menjadi saksi tak terduga
saksi yang tak pernah
ada manusia tahu kecuali

kesunyian yang kau bangun
di tiap langkah polosmu
Aku pernah bercerita kepadamu
tentang jalan cinta jalan sunyi
itulah kau

Sungguh, tak pernah ada yang mengerti
tentang langkahmu itu, dik
yang sempat gontai
disapa tebing-tebing di pinggir nasibmu
tapi engkau tetap saja senyum
seperti mentari pagi menyapa bumi
betapa indahnya senyummu
betapa sunyinya dadamu

Oh, betapa polosnya kau dik
tiap hari menyusuri lorong itu
yang sering kali kau tak pahami
sapanya

Ingatlah dik, batu yang kau telusuri
tebing yang seringkali kau sandari
dikala kau lelah dalam perjalananmu
melukiskan untukmu
bahwa kau sedang mencipta nasibmu sendiri

Sedang Tuhan slalu senyum
pada wajah teduhmu
meski tak pernah kau pandang dia
Tegarlah bersama tebing-tebing di lorong itu
tak pernah goyah
tak pernah renta
dan tak pernah berwajah pasi
senyumlah selalu dik
mekarlah selalu
Tuhan sedang terlena padamu
Pakandangan Tengah, 15 September 2009


Tidak ada komentar:

Posting Komentar