Sabtu, November 07, 2009

Belajar Menulis Resensi Buku

A. Apakah Resensi Itu?

Resensi asal katanya dari bahasa Latin, yakni revidere (re= 'kembali' dan videre= 'melihat)' atau recensere, yang artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal kata recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Semua istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku.

Dengan adanya resensi, kita akan menjadi mudah dengan kabar buku terbaru sehingga menimbulkan minat untuk membaca dan membeli buku tersebut. Bidang garapan resensi cukup luas. Setidaknya, ada tiga hal yang dapat diresensi, yaitu:
1. buku (fiksi dan nonfiksi);
2. pementasan seni (baik film, sinetron, tari, drama, musik maupun kaset/CD);
3. pameran seni (baik seni lukis maupun seni patung).

Media massa pun biasanya menyediakan kolom resensi. Tujuan disediakannya kolom resensi dalam media massa agar dapat:
1. memberikan informasi atau pemahaman yang mendasar tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku;
2. mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh keanehan dan keunggulan sebuah buku;
3. memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku, apakah pantas mendapat sambutan dari masyarakat pembaca atau tidak.
4. Menjawab pertanyaan yang muncul jika seseorang melihat buku yang baru terbit, misalnya:
• Siapa pengarangnya?
• Mengapa dia mengarang buku itu?
• Apa peryataannya?
• Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang sama?
• Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yang dikarang oleh pengarang lain?

Adapun manfaat bagi pembaca resensi adalah:
1. mendapatkan bimbingan dalam memilih buku;
2. berminat untuk membaca atau mencocokkan seperti apa yang ditulis dalam resensi;
3. yang tidak memiliki waktu untuk membaca sebuah buku, dapat menggunakan resensi sebagai sumber informasi yang tidak bisa dibacanya.

B. Dasar-Dasar bagi Peresensi Buku

Lalu, keterampilan dasar apa yang dibutuhkan bagi seseorang yang berminat menjadi peresensi? Jika teman-teman berminat menjadi penulis resensi, perhatikanlah dasar-dasar berikut .
1. Memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku. Paling tidak, tujuan pengarang itu dapat diketahui dari kata pengantar atau bagian pendahuluan buku. Lalu, dibuktikan apakah tujuan itu diwujudkan dalam seluruh bagian buku.
2. Menyadari sepenuhnya tujuan meresensi sebab akan menentukan corak resensi yang akan dibuat.
3. Memahami betul latar belakang pembaca yang menjadi sasarannya, dengan memerhatikan:
a. selera,
b. tingkat pendidikan, dan
c. status sosialnya.
Berdasarkan hal ini, resensi yang dimuat surat kabar atau majalah, walau bukunya sama, akan berbeda dengan media massa lainnya.
4. Memahami karakter media massa. Misalnya, jika kita akan mengirim resensi buku tentang tanaman, harus mengirimkan resensi kepada koran atau majalah yang khusus membahas pertanian.

C. Penggunaan Bahasa Resensi

Bagaimanakah bahasa yang digunakan ketika kita hendak meresensi sebuah buku? Dalam hal ini, kita harus menggunakan bahasa resensi umumnya singkat, padat, dan tegas. Pemilihan karakter bahasa yang digunakan disesuaikan dengan karakter koran atau majalah yang akan memuat dan karakter pembaca yang menjadi sasarannya. Pemilihan karakter bahasa berhubungan erat dengan masalah penyajian tulisan. Misalnya, tulisan harus tertib, baik kalimat maupun ejaan, tidak bertele-tele, dan menjaga kebersihan naskah.

Mengapa naskah harus bersih dari coretan? Pengelola kolom resensi akan merasa malas jika melihat kertas yang berisi teks resensi penuh dengan coretan di sana-sini. Selain itu, penyajian resensi harus padat, singkat, mudah ditangkap gagasannya, menarik, dan tentu enak dibaca. Naskah resensi yang baik yaitu naskah yang enak dibaca dan menarik, baik bagi pengelola kolom resensi maupun pembaca. Jadi, kita yang berminat menjadi peresensi harus bisa menempatkan diri seolah-olah sebagai pengelola kolom resensi dan juga pembaca.

Jika dibandingkan dengan tulisan lain seperti artikel, berita, atau karangan khas (feature), resensi itu lebih menguntungkan. Maksudnya, walaupun resensi buku kita ditolak pihak perusahaan koran atau majalah, resensi kita masih berpeluang diterima oleh media massa lainnya.

Demikian pula buku yang akan diresensi tidak harus buku yang baru diterbitkan, tetapi kita boleh meresensi buku yang terbit setahun lalu. Dengan catatan, buku itu belum pernah dimuat di media massa yang akan dituju. Walaupun begitu, biasanya buku yang diresensi adalah buku yang baru terbit.

Keistimewaan lain dari resensi buku adalah dapat menambah wawasan. Informasi yang terdapat di dalam buku sangat bermanfaat dalam menambah wawasan berpikir dan menambah sikap kritis kita ketika harus menanggapi suatu keadaan. Dalam hal ini, aku juga dapat menilai layak atau tidak layaknya sebuah buku diterbitkan.

Keuntungan yang dirasakan ketika resensi buku dimuat koran, ya akanmendapat imbalan (honorarium) dari koran bersangkutan tapi ketika meresensi buku dari sebuah penerbit buku, biasanya penerbit memberi buku terbitan terbaru. Penerbit buku yang bersangkutan akan sangat menghargai jika resensi buku terbitannya dimuat media massa. Dengan meresensi buku, akan menjadi lebih merasakan manfaatnya.

Ada tiga bentuk tulisan mengenai resensi.
1. Meringkas, berarti menyajikan semua informasi buku secara padat dan jelas. Biasanya sebuah buku menyajikan banyak permasalahan. Berbagai permasalahan tersebut sebaiknya diringkas. Oleh karena itu, perlu dipilih sejumlah permasalahan yang dianggap penting dan ditulis dalam suatu uraian yang berisi.
2. Menjabarkan, berarti mendeskripsikan hal-hal mencolok dari hasil ringkasan yang sudah dilakukan.Apabila diangap perlu, kita bisa mengutip berbagai uraian yang mendukung resensi kita.
3. Mengulas, berarti menyajikan ulasan. Biasanya terdiri atas:
a. isi pernyataan atau materi buku yang sudah dipadatkan dan kemudian diulas;
b. susunan atau kerangka buku;
c. penggunaan bahasa;
d. kesalahan cetak;
e. membandingkan dengan buku-buku sejenis, baik karya pengarang sendiri maupun pengarang lain;
f. menilai, mencakup kesan peresensi terhadap buku, khususnya yang berkaitan dengan keunggulan atau kelemahan buku tersebut.

D. Enam Langkah Meresensi Buku

Ada enam langkah menerapkan enam langkah dijadikan panduan. Apa saja enam langkah itu?

1. Pengenalan terhadap buku yang diresensi. Dalam tahap ini, peresensi:
a. mengenalkan tema buku disertai dengan deskripsinya;
b. mencantumkan identitas sebuah buku, seperti judul buku, nama penerbit, nama pengarang, jumlah halaman, tahun terbit, dan harga, bahkan pengelompokan buku (apakah buku yang akan diresensi termasuk ke dalam buku yang membahas bidang bahasa, sastra, politik, dan kebudayaan).
2.Membaca buku yang akan diresensi berulang kali, sehingga persoalan utama buku dapat dipahami secara tepat.
3. Memberikan tanda pada bagian-bagian buku yang patut mendapat perhatian.
4. Membuat sinopsis atau intisari buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap atau menilai buku, dengan memperhatikan:
a. apakah buku yang akan diresensi itu saling berkaitan antara satu bab dengan bab lainnya;
b. adakah keistimewaan penulis dalam buku yang hendak diresensi itu;
c. apakah bahasa yang digunakan penulis mudah dipahami;
d. apakah tampilan buku, baik dari jilid maupun isi teks memerhatikan keterbacaan dan keindahan.
6. Menyunting dan membaca ulang hasil resensi dengan menggunakan dasar-dasar meresensi buku.

E. Hal-Hal Penting dalam Sebuah Resensi

1. Memilih judul resensi.
Judul resensi dibuat semenarik mungkin dan betul-betul mencerminkan inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Dalam hal ini, teman-teman boleh membuat judul sesudah resensi itu disusun. Namun ingat, judul resensi harus sesuai dengan keseluruhan isi resensi.

2. Mencantumkan identitas buku.
Biasanya identitas buku ini meliputi:
a. judul buku (kalau buku itu hasil terjemahan karya orang lain, sertakan pula judul aslinya);
b. pengarang (tuliskan pula nama editor atau penyunting);
c. penerbit;
d. tahun terbit dan edisinya (apakah buku itu dicetak beberapa kali);
e. jumlah halaman;
f. harga buku (kalau diperlukan).

3. Membuat pembukaan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembukaan ini, yakni:
a. memperkenalkan nama pengarang, karya, dan prestasi lainnya;
b. memaparkan keunikan atau sosok pengarang;
c. menjelaskan keistimewaan buku;
d. merumuskan tema buku;
e. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
f. mengungkapkan kesan terhadap buku;
g. memperkenalkan penerbit;
h. mengajukan pertanyaan;
i. membuka percakapan (dialog).

4. Isi pernyataan resensi buku.
Pada bagian ini, resensi biasanya memuat hal berikut ini.
a. sinopsis atau isi buku secara berurutan (kronologis) dan berisi;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan seperlunya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. penggunaan bahasa (mudah dipahami atau berbelit-belit);
g. banyak terdapat kesalahan cetak.

5. Menutup sebuah resensi buku.
Para peresensi biasanya menutup resensinya dengan memberikan saran atau sasaran pembaca buku yang diresensi.

Prev: Disiplin dan Tekun Menulis
Next: Sekelumit Kisah Memperkenalkan Kreativitas Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar