Jumat, Desember 18, 2009

Darah Di Indonesiaku


Bersama sepi aku ingat
Indonesiaku selalu sekarat
Tapi bahagia di bumi surga

Para raksasanya mengusir luka-luka
Yang makin menganga
Sambil tertawa menjadi tontonan dunia
Itu menariknya

Raksasanya terus bilang
Mari kita keringkan luka-luka

Dengan gagah
Mulutnya terbuka
Tak kalah nganganya

Sementara di belakangnya
Banjir darah yang amis
Makin hari makin banjir
Ke sudut kota-kota
Ke pelosok desa-desa
Ke dada-dada negri ini

Sungaiku penuh darah
Hutanku penuh darah
Samudraku penuh darah
Surgaku menjadi darah

Para raksasa malah makin  bergaerah
Katanya, memang hobi darah

18 12 09 M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar