Kamis, Januari 07, 2010

Filsafat Cinta dan Dunia Maya


Orang yang paling bahagia adalah dia yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita. Sebaliknya juga, orang yang paling menderita adalah orang yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita. Saya katakan demikian karena saya pernah mengalaminya sendiri sebagai seorang laki-laki yang normal dan masih remaja.

Saya punya teman yang sedang puncak-puncaknya merasakan cinta itu. Tidak selamanya dia bahagia. Kadang menderita. Di samping itu, cintanya tergolong uniq. Uniknya, karena dia bercinta melalui dunia maya Face Book dan HP. Mulai dari kenal sampai sama-sama saling cocok dan jatuh cinta. Tak pernah ketemu secara langsung. Ketemunya di dunia maya itu juga tidak sengaja.

Sehingga, sebetulnya dia tidak tahu yang sebetulnya wanita itu. Meski sudah melihat fotonya melalui Face Book itu dan mendengarkan suaranya dari HP itu. Tiap saat keduanya telponan. Dan tiap saat pula keduanya bertatapan via Face Bookan. Hampir tiap waktunya dipenuhi dengan berhubungan gaya itu.

Bisa jadi semuanya palsu demi kepentingan tertentu, cinta. Mukanya yang menurutnya cantik di gambar bisa saja palsu. Suaranya yang menurutnya mengasikkan bisa saja juga palsu. Itu bisa saja terjadi. Tapi, bagi keduanya sudah tidak urus lagi. Keduanya sudah tenggelam dalam cinta. Padahal, menurut saya atau orang lain dia gila.

Namun, itu memang wajar, namanya jatuh cinta. Orang juga bilang, orang yang sedang dilanda asmara bisa menjadi buta. Buruk bisa tampak indah, atau sebaliknya, indah bisa tampak buruk. Itu kalau dipikir-pikir juga bisa masuk akal.

Teman saya itu, tiba-tiba nangis sesenggukan dibarengi dengan kesan yang amat sangat kesal dan sial seraya misuh-misuh tapi samar-samar di pojokan kamar, di balik lemari bajunya. Saya kira ada apa, ternyata dia sedang menggenggap HP di tangannya. Akhirnya, saya menjadi ngerti bahwa dia sedang uring-uringan dengan orang di balik sana, wanitanya itu. Mungkin sedang ada masalah.

Memandangnya saya menjadi tersenyum geli dalam hati sekaligus berpikir, kok sampai-sampainya seperti itu. Memerkuat saya bahwa orang yang sedang dilanda cinta memang betul-betul bisa gila. Lupa daratan. Bukankah sudah jelas menurut pikiran saya, lawong wanitanya juga ga tidak masuk akal. Lucu plus bodoh. Pikir saya.

Namun, saya sadari juga bahwa cinta memang kerap tidak masuk akal. Kadang juga kita temukan saudara sama-sama saudaranya saling membunuh, hanya gara-gara rebutan wanita. Berapa banyak sebuah bangsa saling bentrok dengan bangsa lainnya hanya gara-gara cinta. Dan, ini memang sudah terjadi sejak zaman pertama kali sejarah manusia menginjakkan kakinya di planet bumi ini.

Qabil dan Habil adalah manusia pertama kali dilanda asmara sekaligus hancur gara-gara wanita itu. Akhirnya, cinta dan wanita adalah kekacauan dan dosa awal kali manusia melakukannya di dunia.

Sejatinya, arah dan motif cinta banyak macam.  Ada yang arahnya kepada kedudukan, harta, Tuhan, orang tua, atau rekan. Tapi, seakan cinta lebih identik dengan wanita. Kalau orang sudah mengatakan cinta pasti akan langsung terbayang di kepalanya seorang wanita. Bagi yang laki-laki. Sedangkan bagi yang wanita berarti laki-laki.

Motifnya juga beraneka ragam. Ada yang cinta karena kaya; ada yang cinta karena berpengaruh, ada yang cinta karena suaranya; ada yang cinta karena kesopanannya; ada yang cinta karena kemolekan tubuhnya atau seks; dan ada yang cinta memang karena kecantikan atau ketampanannya. Yang terakhirlah yang lebih diidentikan dengan cinta.

Selain itu, ada yang bilang bahwa cinta itu relatif, dengan motif dan arahnya itu. Kemudian berkembang menjadi sebuah jargon bahwa ” Bukan cantik yang membawa cinta tapi cinta yang membawa cantik. Jamak kita temukan, ada wanita secara fisik dia buruk tapi kata seseorang dia sangat amat cantik sehingga dia mencintainya. Yang jelas, pasti, meski pada fisiknya dia jelek, ada suatu sisi yang membuatnya segalanya menjadi cantik bagi yang cinta, bisa karena bentuk tubuhnya, keindahan suaranya, atau gaya jalannya.

Tapi sebaliknya, ada juga yang katakanlah sebenarnya secara fisik wanita itu amat sangat cantik tapi bagi orang tertentu dia menjadi paling buruk sedunia. Bisa jadi ada satu sisi yang membuatnya menjadi terburuk segalanya baginya, bisa jadi karena dia pernah disakiti atau ada perasaan sentimen, dan sebagainya.

Akhirnya, kalau cinta ini makin dirunut-runut kita akan tak terasa menerobos sampai kepada persoalan filosofis yang rumit tentang hakekat cinta, moral, dan estetika. Apakah indah itu karena kita cinta atau kita cinta karena indah. Atau, apakah indah itu karena memang dirinya sebagai objek yang indah atau karena subjek yang melihat menganggapnya indah.

Entahlah, kita pikir sendiri-sendiri saja. Ambil saja satu contoh sebagai bahan pertanyaan yang lebih simpel dan praktis: Artis Luna Maya, siapakah yang bilang bahwa dia wanita jelek? Eksitensi kepribadian diri anda akan tercermin dari jawaban anda. Berhati-hatilah dengan cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar