Minggu, April 04, 2010

Yang Baru Itu

(Kado Bahagia buat saudaraku yang sedang pesta penyempurna hidupnya)

Saudaraku, hari ingin kau sedang pesta menyempurnakan hidupmu
Orang mengatakan, selamat menempuh hidup baru
Di sini aku juga menempuh hidup baru
Meski orang tak menyebutku manten baru

Saudaraku, aku ingin bercerita kepadamu soal baruku
Aku sedang berlabuh di pesantren yang baru
Kiaiku, guruku, teman-temanku, dan anginku semuanya baru
Mereka amat lain dari teman-teman kita yang dulu
Ketika kita selalu berdecak riang mengisah sorga kita

Saudaraku, mereka kalau cerita tentang mobil-mobil
Apartemen, restoran, dan bintang-bintang di kota-kota
Sedang aku hanya bisa diam
Sesekali mengembang senyum kepada mereka

Terlintas di wajahku waktu itu
Pematang sawah, cangkul-cangkul, sabit rumput
Sapi dan kambing di kandang, serta mandi dan berak di sungai
Lebih dari itu, mma' dan bapakku
Memetik sisa-sisa cabe yang tumbuhnya makin lesu
Di sawahku yang lebarnya tak lebih dari daun kelor
Mulai pagi buta hingga sore memerihkan mata
Agar bisa dijual buat sanguku di pondok yang baru

Saudaraku, apakah aku akan bercerita kepada mereka?
Dunia akan memandangnya lucu dan aku hanya bisu
Sesekali aku tersenyum sesekali aku menangis, saking lucunya
Bukankah kau sudah tahu itu sejak dulu?

Tapi, aku sangat amat suka itu, kelucuanku, mma' bapakku
Maka tersenyumlah untuk ceritaku ini meski sedikit saja
Pertanda masih ada teman yang mau mendengar kisahku
Agar aku selalu ceriah menghadapi hari-hari kelak yang baru

Ya, sungguh, akan baru, aku juga akan menjadi baru
suatu masa, segalaku
saat aku berani bercerita kepada mereka, kepada alam
Kepada semesta yang lalu dan yang baru

Mereka akan tertawa ria, mereka juga akan menangis sahdu
Mereka juga akan berdecak kagum

Lawang, 02/04/2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar