Jumat, Oktober 08, 2010

Memperbaharui Sahadat di Semeru?

Ini bagi saya pengalaman terunik. Begini, saya punya dosen utama di jurusan Filsafat Agama, Hamzah F. Farmi namanya. Beliau bagi saya betul-betul seorang filosof sejati meski disiplin kefilsafatannya masih sebatas Master (S2). Gelar dalam filsafat bagi Beliau bukan sekedar gelar akademik yang tanpa arti. Sebab, disimplin filsafat betul-betul Beliau hayati sebagai metode menjalani hidup atau sebagai pola pikir dan prilaku eksistensi kepribadiannya, bukan sekedar transfer ilmu yang dicatat di atas kertas.

Salah satu indikasinya adalah keunikannya: Dalam umur lebih dari separuh baya Beliau masih belum beristri. Sebabnya, bukan berarti tidak jantan atau tidak mengikuti sunnah Nabi saw, akan tetapi karena cinta ilmu yang merasa belum sempurna; nikah dikawatirkan akan mengganggu aktifitas keilmuan atau kefilsatannya; nikmatnya ilmu dengan berfilsafat itu lebih nikmat dari pada nikah. Ini kata Beliau ketika ditanya tentang itu. Termasuk keunikannya lagi, Beliau jarang makan dan jarang tidur tapi badannya sehat, prilaku disiplin bagi siapa saja, sering dan kuat lama bermeditasi dan salat malam (tahajjud) serta membaca Al-Quran, hanya sibuk di perpustakan menulis dan membaca buku, dan masih banyak yang lainnya.

Keunikan yang saya temukan terakhir, dan ini yang paling unik, bahkan seakan tidak masuk akal bagi orang yang aktif di ranah pemikiran atau logika seperti Beliau. Yakni, selama bulan puasa kemarin, Beliau melakukan semedi atau bertapa di gunung Semeru Lumajang Jawa Timur. Gunung yang konon paling besar dan aktif di jawa serta paling angker dan penuh dengan cerita-cerita mistis. Ini diketahui dari kabar Beliau langsung kepada mantan mahasiswa-mahasiswanya termasuk kepada saya via sms yang isinya sebagai berikut:

Sms saya (087850050084): "Assalamu'alaikum Wr.Wb. Pak, sy slh stu mntan mahasisw Bpk, Ali Sabilullah. Sy dengar dr temn2 bhw Bapak slm bln Ramadan kmrin bertapa di G. Semeru. Ini sy kira unik bagi Bpk yang akademis di bidang filsafat. Maka, saya butuh kepastian, betulkah dan apa tujuannya?"

Balasan sms Beliau (081273903911): Sy sekedar ingin "memperbaharui syahadat" dg melatih aplikasi doktrin filosofis yg telah sy terima. Mohon doa. tks!

Sms ini saya tanpakkan di sini bukan bertujuan apa-apa kecuali karena ini amat menarik untuk dikaji ,terutama bagi saya pribadi dan teman-teman di manapun yang suka filsafat. Ini betul-betul sarat makna. Coba direnungi "memperbaharui syahadat", apa maksudnya? Masing-masing memiliki ide tersendiri. Saya tidak perlu menjelaskan di sini, sebab ini persoalan perasaan, keyakinan, atau kalau boleh saya sebut "ilmu hati". Ilmu yang amat sangat dalam, bahkan tidak ada di bangku-bangku perkuliahan. Maka dari itu, mungkin ada benarnya Beliau sampai mencarinya di G. semeru sendirian. Entah, siapa dosennya, macam, dedemit, ataukah malaikat? Apakah syahadat perlu diperbaharui? Atau, apakah syahadat kita selama ini memang salah? Maka, syahadat apakah yang diperbaharui itu, bukankah syahadat tinggal membacanya? Bahkan, bukankah  amat lebih wajar dan terpuji kalau menghayati sahadat di Masjid atau di majlis-majlis taklim Keislaman? Entah......Selamat mengkaji, merenungi, lebih-lebih dihayati.

Atau, kalau ingin lebih jelas, langsung saja hubungi nomor beliau di atas, insaallah tidak berubah dan dibalas, asal anda serius dan berniat baik.

Untuk Bapak Hamzah F. Farmi, saya mohon maaf apabila saya menulis semua ini di ranah umum ini, sebab saya yakin akan bermanfaat banyak bagi sekitar kita, lebih-lebih semoga menjadi doa kesuksesan Bapak sebagai mana yang Bapak tulis di ahir sms di atas kepada saya. Bapak betul-betul sosok unik dan inspiratif bagi saya. Akhirnya, terima kasih tak terhingga atas segalanya.

Lawang, 09102010

2 komentar: