Sabtu, Maret 12, 2011

Tip Cantik dan Generasi Muslim STMJ

Melihat orang makin cantik-cantik, saya berniat berpartisipasi dalam perkembangan dunia kecantikan meski saya bukan ahli kosmetik, atau perias, atau seniman model, tapi hanya dengan catatan sederhana ini.

Di zaman ini, saking sedang hebatnya modernitas manusia, semua bidang dan sisi sudah tersentuh dengan kehebatan itu, termasuk soal keindahan dan modeling. Jelasnya, sekarang, teknologi kosmetik makin canggih, keterampilan tata rias makin lengkap, dunia mode makin oke sehingga siapapun dengan bentuk tubuh dan body face apapun bisa cantik dan menarik. Sampai-sampai dalam sebuah obrolan dengan teman di warung kopi, karena tiap keluar ke manapun kami tidak lepas dari pandangan wanita indah dan model tubuh yang sungguh aduhai, di desa maupun di kota, malam maupun siang, terang maupun hujan, temanku bilang,"sapi pun andai disolek dan dimodel dengan busana seperti itu maka juga akan indah dan bentuknya juga semok." Saya percaya sambil menyeletuk dalam hati, "Ada-ada saja teman saya ini.

Namun meski demikian makin maju dan hebatnya, ada sisi atau nilai penting yang terlupakan dan makin rendah terbuang, bahkan nilai ini menjadi yang terpenting mempengaruhi nilai kemanusiaan sendiri.Yakni, sisi harga diri: harga diri wanita makin rendah dengan kecantikan dan bodi dohir yang aduhai itu. Semua orang makin gampang merengkuhnya, baik yang alim (ahli ilmu) lebih-lebih yang bejat (mavia wanita), baik yang agamis maupun sekuler, baik yang jelek maupun yang ganteng, baik yang miskin lebih-lebih yang kaya. Betapa tidak, pikir saja, jika kita ingin lihat wajah cantik dengan rambut indah dan pantat mulus keluar saja ke jalanan lebih-lebih di pasar-pasar dan tempat hiburan kita langsung mendapatknnya. Bukan seakan tapi memang sudah biasa terpajang tanpa karcis-karcis segala, kalah dengan kalau kita ingin lihat hantu-hantuan di pasar-pasar malam, itu masih dikarcis.

Lebih jauh dari itu, jika kita ingin membelai wajah indah atau menikmati nikmatnya pantat mulus, buah dada (maaf biar jelas), atau memasuki lobang peradaban wanita (meminjam istilah dosen filsafat saya) tinggal kenalan di jalanan, lalu pacaran, lalu apel mingguan, kemudian basa basi pembuktian kesetian, dapatlah kita menikmatinya sepuas-puasnya tanpa biaya-biaya mahar segala, tanpa acara akad segala, tanpa saksi segala. Bahkan, tanpa basa basi terlalu lama segala: ketemu, kenalan, langsung minta sendiri dicoblos. Kalau tidak, pakai cara lain yang tidak kalah mudahnya, tinggal beli saja di kios-kios kusus atau memang sudah banyak terpajang di pinggir jalan-jalan raya yang tak sulit dijangkau laksana kita mau beli es degan atau ote-ote di pinggir jalan. Betul-betul amat murah wanita cantik itu. Ini nyata amat menyedihkn. Inilah kecantikan dohir semata yang membawa petaka.


Apa sebab gaya dan model hidup demikian? Tidak lain karena kungkungan hawa nafsu yang terpengaruh oleh budaya bejat atau kelompok manusia jahiliah yang modern pengagum dunia, dajjal, dan setan. Ada yang menyebutnya Budaya Barat atau lebih intinya Budaya Yahudi (Freemason). Mereka hampir 100% telah berhasil merusak budaya masyarakat Timur (generasi Muslim) dengan berbagai bidang propaganda yang sengaja mereka agendakan layaknya dalam hal busana, mode, tokoh idola, musik, dsb (ingat agenda 3 F: food, fashion, fun). “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS, Al-Baqarah: 120). Mereka tanpa rumit-rumit menghilangkan ibadah atau ajaran Islam, tapi hanya dengan iming-iming kesenangan dan kenikmatan dunia itu; pandangan, gaya, dan prilaku generasi Muslim menjadi berkiblat kepada budaya mereka; generasi Muslim ikut-ikutan. “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. (QS. Al-A’raaf: 146).

Maka tanpaklah, kita sering lihat dan dengar jargon kalangan pemuda, "Salat Terus Maksiat tetap Jalan” (STMJ); waktu salat pakai busana jilbab, keluar salat ganti busana ketat, memajang aurat. Di sinilah salat yang mengalami pergeseran makna hanya sebagai tebeng, seremonial ritual semata, tak ihlas, sehingga tidak “Innas salaata tanha ‘anil fahsyaai wal munkari". Demikian itu karena salat tidak dipahami sehingga tidak bisa menghayati, salat hanya ikut-ikutan, atau sengaja diniatkan sebagai tebeng itu biar tidak dibilang orang buruk atau jahat. Ahirnya, salanya sia-sia bahkan melahirkan petaka saja (kuwalat). Seperti ini tidak ada bedanya dengan burung Beo yang menghafalkan rukun-rukun salat dan membacanya dengan fasih tapi tetap saja-karena tidak bisa menghayatinya-tak bermanfaat apa-apa: dia akan tetap tak pakai baju; tetap ibunya sendiri atau saudaranya yang dikawin, ngesek sembarangan,; tidak tahu malu. Sehingga, meski pinter bagaimanapun burung Beo baca doa-doa salat tetap saja tidak akan ada yang bilang burung Beo Muslim atau burung Beo saleh. Untuk lebih jelasnya agenda Yahudi atau Freemason, atau pengagum Dajjal (mata satu), atau pengikut Iblis di atas bias dilihat di film penelitian yang didokumentasikan oleh Karkoon film (www.youtube.com/user/karkoons) berjudul “Dhani Dewa dan Yahudi” dan ini sudah banyak beredar di internet.

Sekarang, bagaimana solusinya. jadi wanita cantik dohir batin; cantik plus berkepribadian tinggi dan terhormat?

Saya punya sedikit resep itu. Tip cantik terampuh tanpa lihat body face bagaimanapun dan tanpa biaya, alami tanpa bahan-bahan olahan dan racikan teknologi, juga tanpa aji-aji atau guna-guna, apalagi via dukun, plus sehat anti penyakit, serta berharga diri terhormat, nyata dan terbukti, apakah dan bagaimanakah itu? Gampang, yaitu berusaha kosisten menegakkan dengan sempurna salat 5 waktu, salat-salat sunnah, dan salat malam (tahajjud) serta baca Al-Quran. Sebab, dengan itu kita tidak akan pernah lepas dari wudlu’ (Paling tidak sering wudlu’) sebagai pembersih dan pencuci dohir-batin. Meskin tidak sempurna semua macam salat dan amal ibadah lainnya, paling tidak salat 5 waktu saja dan baca A-Quran dulu, itu sudah hebat asal konsisten sambil berusaha terus meningkatkan ibadah. Namun, salat di sini bukan salatnya burung Beo di atas, tapi salat yang dihayati dan dengan niat ihlas semata mena’ati perintah Allah swt serta mengharap ridla-Nya.
Logikanya, secara dohir, seseorang yang selalu mencuci muka dan anggota badan lainnya dengan berwudlu’, sehingga tiap berwudlu’ muka akan terbasuh, kotoran pasti hilang dan bakteri luntur tak sempat bersarang, maka akibatnya kulit selalu bersih, sehat, mengkilat, dan bercahya.

Secara batin, wudlu’ adalah salah satu aktivitas jasmani-rohani yang diajarkan Allah swt (agama) yang memiliki ketentuan dan kepastian gerak/rukun dan bacaan kusus serta makna, nilai atau fungsi yang sudah menjadi keputusan Tuhan yang dijanjikan, yakni suci lahir-batin/jiwa-raga, sehingga tiap melaksanakan wudlu’ dengan gerak dan bacaan kusus itu maka mendapat nilai itu, yakni sisi batin atau nilai kemanusiannya (hatinya) akan suci dari kotoran dosa atau nilai kuburukan sehingga menjadi manusia yang memiliki gerak, perangai, sifat dan sikap yang baik serta tenang. Dari semua sisi dohir-batin itu hasilnya badan sehat, kulit bersih, muka cerah bercahya, sekaligus sifat dan sikap baik yang dapat menyenangkan orang; orang suka padanya; orang cinta padanya; orang ini amat indah dan menyenangkan hati.

Termasuk nilai gerak sikap yang timbul dari sisi batin wudlu’ dan salatnya itu adalah hati wanita itu akan bergerak menjaga dohirnya dari segala yang tidak pantas atau maksiat seperti busana ketat yang memajang murah-murah keindahan tubuhnya itu, yakni dengan memakai kerudung atau jilbab atau menutupi seluruh auratnya. Dari sinilah logikanya, dia akan berwibawa dan terjaga dari gangguan lelaki hidung belang, sebab paling tidak kondisinya tidak memancing syahwat lelaki; lelaki akan berpikir sendiri bahwa wanita itu betul-betul menjaga dirinya sehingga tidak enak sendiri untuk iseng kepadanya. "Hai Nabi saw, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS, Al-Ahzab: 59)

Percaya? Buktikan saja asal dengan niat ihlas mena’ati perintah dan menjauhi larangan Allah swt serta mengharap ridlo-Nya semata sekaligus yakin, insallah anda akan menjadi wanita selain cantik anda berwibawa; kepribadian anda tinggi dan terhormat, pada muaranya kecantikan anda membawa selamat. Meskipun semua orang kepincut atau kesemsem kepada anda tidak sembarang orang meraih keindahan anda itu.

Ahirnya, anda tinggal pilih: mau tetap menjadi wanita cantik jasmani doang yang atas dasar hawa nafsu ikut-ikutan budaya Dajjal di atas; menjadi kaum Yahudi (Freemasory) yang bahagia dunia dan neraka di aherat sehingga pasangan anda juga pasti kaum dajjal itu, atau menjadi wanita Muslim sejati yang indah dan berkepribadian terhormat serta selamat bahagia dunia-aherat? “Katakanlah: ‘Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya'. Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya (aherat). (QS, Maryam: 75-76)

Sekarang, keputusan berada pada diri anda sendiri. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (QS, An-Nur: 26). Selebihnya, Allah lebih tahu segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar