Minggu, April 17, 2011

Ini Catatan Indah

 (Ide Sederhana Pergolakan Antara Cinta, Nurani, Tradisi, Mistik, dan Agama)

Ini buah curhatan saya kepada sahabat karib saya tentang sebuah masalah yang amat rumit saya hadapi berupa catatan ide solutif yang perlu saya abadikan di sini. Dan, mungkin menjadi cermin cemerlang buat yang lain:
 _
Buat sahabatku dan saudaraku lain ayah lain ibu…
Yang aku sayangi sekaligus aku hormati…

Sebelumnya maaf jika aku lancang berbicara tentang hal ini melalui surat.
Mengingat percakapan ringan kita dulu. Kamu bilang “Alhamdulillah, setiap yang aku harapkan dan aku yakini kebanyakan berhasil, dan yakin akan hadits yang berbunyi ‘ana inda dhanni abdi…’”.
Dari percakapan tersebut, saya lihat kamu yang sekarang sedikit berbeda dangan yang dulu. Pesimisme adalah sebuah sikap yang seharusnya kita jauhi… ingat itu!
Mohon maaf sebelumnya, sejak dulu aku tidak pernah meyakini dengan perkataan oang-orang supranatural seperti dukun, paranormal atau apapun itu walaupun perkataan mereka ada benarnya. Karena aku hanya yakin dengan ketentuan (qadha’ n qadar) Allah SWT. Ketahuilah bahwasannya kepercayaan-kepercayaan seperti itu mendekati syirik dan Allah sangat membenci itu. Di sini saya akan menuliskan sedikit tentang bahaya syirik seperti itu, antara lain: Pelecehan martabat manusia, membenarkan khurafat, syirik adalah kedzaliman yang terbesar, syirik menimbulkan rasa takut atau kekhawatiran yang tidak wajar, menyebarkan hala-hal yang negative dalam kehidupan manusia, dan orang syirik akan masuk neraka. Wallahu A’lam Bisshawwab…
Menurutku, ada baiknya jika kita memperhatikan filosofi air, ia tenang dan akan terus megalir. Jika ia didiamkan akan membawa dampak bagi dirinya sendiri dan orang lain (bau, berkuman dan tidak jernih), jika ia dibendung/ditentang juga demikian, ia akan berontak hingga bisa mengakibatkan banjir jika terlalu besar. Karena itulah, biarkan dia mengalirkan secara alamiah, serahkan dan pasrahkan kepada Allah SWT yang menciptakan dan mengaturnya niscaya kita akan mendapatkan manfaat darinya. Bahkan hal-hal yang najis akan suci jika terkena air yang mengalir, bukankah begitu? Allah maha adil, bijaksana, pengasih, penyayang dan maha segala-galanya. Masalah maut, rejeki dan jodoh itu ketentuan Allah bukan kita, kita hanya bisa bisa berdoa, berusaha ikhtiar dan tawakkal. 
Aku menulis ini bukan berarti aku menganggap kamu yang bukan-bukan, bahkan aku yakin kamu lebih paham dari aku apalagi kamu telah khatam dalam menghafal dan memahami al-Qur’an yang insya Allah kamu lebih memungkinkan untuk mengamalkannya dengan baik. Aku hanya tidak ingin kamu terus-menerus dalam kesedihan bahkan terjerumus ke dalam keputusasaan. Aku hanya ingin berbagi kepedulian terhadap seorang sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudaraku lain ayah dan lain ibu, hehehe… jika memang hal terburuk terjadi (na’udzu billahi min dzalik; semoga hal ini tidak terjadi) sehingga kamu tidak berjodoh dengannya, yakinlah bahwa Allah tidak akan berbuat dzalim terhadap hambanya, apalagi ia adalah seorang yang mengagungkanNya dengan menjaga, menghafalkan dan mengamalkan al-Qur’an. IN TASHURULLAHA YANSHURKUM. Wallahul musta’an…
Sebenarnya masih banyak yang ingin aku sampaikan kepadamu, tapi aku rasa untuk saat ini sudah cukup dulu. Semoga tulisa ringan ini bermanfaat bagimu dan bagi kita semua. Amin…
LA TAHZAN INNALLAHA MA’ANA…
TEMPEH, 18 APRIL 2011
            SAUDARAMU:           M. MAHMUD KAMILUDDIN
 _


Demikian catatan teman saya itu. Selebihnya mohon maaf dan terima kasih

Terkhusus buat sahabat sekaligus saudara saya itu: "Kau adalah bagian dari sumber air yang mengalir itu yang amat jernih, jernih, dan jernih menuntunku. Mohon maaf dan terima kasih