Kamis, Desember 25, 2014

Tarekat Menuju Allah

Oleh: Ali Sabilullah, S.Fil.I

Khutbah Pertama

الحمدلله الذى خلق السماوات والأرض وجعل الظلمات والنور ثمّ الذين كفروا بربهم يعدلون. أشهدان لا اله الاالله وحده لاشريك له وأشهد ان محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على عبدكورسولك محمدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين، أمّا بعد:
فياعبادالله, أوصيكم و إياي نفسى بتقوى الله. فقد فاز المتقون وخاب الطاغون. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Para Jama’ah salat Jum’at yang dicintai Allah
Mari kita selalu merawat dan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah swt. Dengan sepenuh jiwa raga serta lebih utama dari segalanya. Dalam situasi atau kondisi apa dan bagaimanapun kita. Mari kita selalu berupaya iman dan taqwa kita jangan sampai kendor, kurang, maupun lemah, apalagi tercerabut dari jiwa raga kita.

Saudara-saudaraku,  Allah itu Maha Memahami kondisi tiap hamba-Nya, dhohirnya maupun batinnya. Begitu juga Allah itu Maha Adil,B ijaksana, dan Welas Asih. Karena Allah Maha Mengetahui segala kondisi masing-masing hamba-Nya, dari hal yang terkecil sampai yang terbesar. Allah Adil dan Bijaksana mengatur dan memastikan kehidupan masing-masing hamba-Nya.

Bukan hanya bagi hamba manusia, bagi segala makhluq yang lain Allah juga Maha Welas Asih, Adil, dan  Bijaksana. Lihat saja, hewan-hewan dan tumbuhan di sekitar kita, kucing misalnya. Dalam kehidupan kucing tidak mengenal uang apalagi bisnis. Tidak ada kucing yang berdagang. Namun, meski kucing tak kenal uang untuk beli beras Allah juga mengasih mereka makan dengan cara-Nya. Tidak ada ceritanya kucing kelaparan karena tak kuat beli beras. Begitu juga, sampai-sampai katak yang terjebak dalam tempurungpun Allah masih mendatangkan makanan dengan cara-Nya.

Lebih-lebih kepada manusia sebagai makhluq pilihan-Nya. Kita sering melihat, bahkan orang gila pun yang akalnya sudah tidak paham untuk bekerja mencari uang, Allah masih mencukupinya baik makanannya maupun kesehatannya dengan jalan-Nya.

Kesehatan orang gila, Allah selalu menjaganya dengan tidak memberinya ujian sakit. Kita telah tahu, kita tidak pernah menemukan orang gila masuk rumah sakit gara-gara kangker.

Begitu juga orang yang durhaka atau kafir sekalipun, Allah masih memberi mereka kekayaan hidup. Subhanallah.

Saudara-saudaraku,  Jama’ah salat Jum’at yang dimulyakan Allah
Termasuk Maha Welas Asih dan Bijaksannya Allah, adalah Allah sama-sama memberi peluang cara,jalan, atau tarekat mendekatkan diri kepada-Nya untuk tiap hamba-Nya sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing. Siapapun itu. Atau singkatnya,masing-masing  manusia dianugrahi cara,jalan, atau tarekat masing-masing untuk masuk sorga.

Namun, cara atau jalan ini adalah menjadi jalan tambahan atau alternatif selain jalan ibadah mahdhoh yang sudah ditentukan sama bagi masing-masing orang, seperti kewajiban salat, puasa, dan zakat. Dalam artian, tiap orang siapapun itu sama-sama wajib melakukan salat 5 waktu. Bukan lantaran sudah kaya raya banyak bersodaqah lantas dapat dispensasi tidak salat. Atau bukan karena telah lanjut usia lalu dapat pensiunan salat. Siapapun dan bagaimanapun tetap sama-sama wajib menegakkan salat 5 waktu dg cara yang telah ditetapkan.

Selain jalan wajib tersebut, Allah juga menyediakan beberapa jalan alternatif atau bahkan menjadi jalan pintas yang dapat menyelamatkan manusia dunia akherat sesuai kondisi dan potensinya masing-masing itu.

Dalam kitab kifayatul Atqiya’ Karya Syayyid Abi Bakar Al-Makki Beliau menulis: ada banyak jalan menuju Allah, diantaranya yang biasa dilakukan oleh orang-orang saleh dibedakan menjadi 4 jalan. Pertama, duduk diantara manusia untuk mengajari dan memberi mereka ilmu atau petunjuk untuk melakukan ibadah dan berakhlak mulia. Ini contohnya adalah menjadi guru.

Kedua, memperbanyak dzikir atau jenis-jenis ibadah formal lainnya seperti salat, puasa, membaca Al-Quran, dan bertashbih. Di sini contohnya adalah tarekat-tarekat formal seperti tarekat Tijaniyah atau Naqsyabandiyah.

Ketiga,membantu para ahli fikih, para sufi, atau orang-orang yang memperjuangkan Islam. Ini contohnya jihad di jalan Allah, membantu pembangunan Masjid, atau jama’ah-jama’ah dakwah tertentu.

Dan Keempat, mencari kayu bakar atau pekerjaan lainnya lalu dijual di pasar demi kejujuran dan kehalalan buat kebutuhan keluarga. Ini contohnya petani, pedagang, penjual bakso, bakul es, tukang batu, dan sejenisnya.

Saudara-saudaraku, maka selain kewajiban salat 5 waktu ada banyak jalan tambahan yang membuat kita bisa diridloi Allah sesuai dengan kondisi kita. Jadi, bukanlah berarti karena menjadi kiai atau ustadz lantas menjadi paling ta’at. Juga bukan hanya orang yang mengikuti tarekat-tarekat spesial yang menjadi lebih alim. Atau bukanlah hanya yang ikut jama’ah-jama’ah tertentu yang dapat masuk sorga Allah. Seorang petanipun, penjual baksopun, tukang kayupun sama-sama bisa menjadi orang alim dan masuk sorga.

Saudara-saudaraku,  Jama’ah salat Jum’at yang dimulyakan Allah
Ada sebuah kisah Rasulullah saw:
Diriwayatkan, Rasulullah saw pada saat baru tiba dari perang Tabuk, ketika mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan Rasulullah bertemu dengan seorang buruh tukang batu. Beliau melihat tangan buruh tukang batu itu melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman, seperti terpanggang matahari.

Rasulullah saw bertanya, “Kenapa tanganmu sangat kasar begini wahai tukang batu?"

Si tukang batu menjawab, "Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk menafkahi anak istri saya. Karena itulah tangan saya kasar begini."

Rasulullah saw adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya sambil bersabda,
"Hadzihi yadun laa tamatsahaa naarunabadaa". 'Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya'.

Saudara-saudaraku, Rasulullah saw tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para pemimpin Khabilah, raja atau siapapun.

Sejarah mencatat bahwa hanya putrinya Fatimah Az-Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium tangannya oleh Rasulullah saw. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah saw itu justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah saw. Orang itu dikenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata,
Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti yg dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fisabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasulullah menjawab,“Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itufi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)

Allah swt juga menegaskan,
Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)

Saudara-saudaraku,  Jama’ah salat Jum’at yang dimulyakan Allah
Banyak hal yang secara akal itu sepele bahkan menjadi suatu yang seakan rendahan, justru menjadi perantara kecintaanAllah swt. Di antara Hadist Rasulullah saw yang menegaskannya sebagai berikut:

Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR.Bukhari)

Sesungguhnya di antara dosa-dosaitu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabatpun bertanya: 'Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

Barang siapa yang bekerja kerasmencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang di jaIan Allah ‘AzzaWa Jalla”. (HR. Ahmad)

Subhanallah...

Saudara-saudaraku  Jama’ah salat Jum’at yang diridloi Allah
Mari kita berupaya menjadi manusia yang pandai-pandai dan lihai mensyukuri dengan memanfa’atkan apa yang ada pada diri kita sendiri sebagai jalan cepat menjadi manusia yang cocok di sisi Allah, kradu ing kersani Allah. Bukan malah lihai memanfaatkan diri berbuat maksiat, jiwanya selalu dipicu oleh nafsu, dan enjoy meninggalkansalat.

Yang jadi petani, mari kita giat salat serta meniatkan sawah-sawah kita sebagai ladang tarekat bertaqarrub kepada Allah, ikhlas dan mensyukuri pertanian kita. Ini namanya tarekat pertanian. Begitu juga bagi yang lain, bagi yang penjual bakso, setiap olahan bakso anda menjadi tarekat. Bagi yang sopir, mobil yang anda sopiri bisa menjadi tarekat. Yang lain juga menjadi tarekat-tarekat demikian.

Tapi, sekali lagi bagaimanapun kondisi atau posisi kita yang bisa dijadikan tarekat itu, jangan sampai lupa salat. Bagaimanapun anda ikhlas dan bersyukur menjadi petani tapi anda tidak salat, anda tetap saja terancam api neraka. Na’udzubillahi mindzalik. Tukang batu dalam kisah Rasul di atas sudah jelas-jelas dipastikan masuk sorga selain karena Ikhlas, nrima ing pandum, dia juga giat salatnya.

Mari Ingatlah sabda Rasul ini yang artinya:
Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah berfirman,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Akhirnya, semoga kita dipastikan oleh Allah sebagai orang-orang yang betul-betul beriman sekaligus mena’ati-Nya sesuai dengan hidayah-Nya seutuh-utuhnya; giat dengan kewajiban, nrimoing pandum, serta berbuat baik dengan sekitarnya. Amin ya robbal alamin.


يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَحَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
باركاللهلى ولكم بما فيه من الآيات والذكرالحكيم وتقبلالله منى ومنكم تلاوته إنه هوالسميعالعليم.

Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُوَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُأَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ قَالَ اللهُ تَعَالَى: اَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَفَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَعَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَعَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْعَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَىآلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَااغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْفِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّمِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَىوَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْوَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 Jatikerto Kromengan Malang, Jum’at , 26 102014 M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar