Rabu, November 11, 2015

Kemiskinan Belum Tentu Miskin


Ada orang miskin. Penghasilannya cuma pas-pasan buat makan kaluarganya sehari-hari. Harta cuma rumah kecil separuh tembok separuh bambu. Harta lainnya 1 sepeda motor tahun 70an buat transportasi kerja sebagai buruh ke sawah-sawah. Pagi berangkat sore datang. Malam hari tidak ada kerja lagi selain khusus ful buat istirahat di rumah dg anak istri sambil beribadah bangun malam. Sebab pagi-pagi sekali harus siap pergi kerja keras lagi. Ibadah magrib dan subuh selalu bisa berjamaah di Masjid karena memang sudah nyantai di rumah. Begitu kehidupannya tiap hari. Adem Ayem. Meski tak pernah punya uang lebih untuk beli motor mewah.

Yang ini orang kaya raya. Disebut kaya karena punya perusahaan besar bercabang di mana-mn. Dia seorang bos besar, karyawannya banyak. Rumahnya megah mobilnya mewah. Kalau sekedar sepeda motor tak level. Namun perusahaannya dananya pinjam ke bank tiap bulannya harus bayar bunga yang besar. Rumahnya juga gitu belum lunas ke bank. Apalagi mobilnya, mobil yang lama kreditan belum lunas, ambil mobil mewah baru kreditan juga.

Jadinya orang ini jarang tidur. Malam tak bisa tidur. Jarang nyantai dg keluarganya. Tiap waktunya sibuk ngatur uang buat bayar ini bayar itu. Tanggungan ini tanggungan itu. Kumpul ini kumpul itu. Makan tak sempat di rumah sehingga selalu makan di restoran. Tidur juga jarang di rumah sehingga sering tidur di hotel. Begitu seterusnya hidupnya. Sampai-sampai terserang penyakit diabet. Makan ini itu harus dijaga.

Belum lagi anak udah jarang diurus bagaimana pendidikannya. Sehingga anaknya terjerat kasus narkoba. Istrinya juga gitu sering kesepian sehingga tak jarang cari hiburan di luar rumah. Apalagi anak perempuannya, seks bebas menjadi biasa.

Mana hidup yang lebih enak: Orang miskin yang hidupnya pas-pasan atau orang kaya yang bermobil mewah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar