Sabtu, Februari 25, 2017

GADIS PERANTAU HAMIL DULUAN

(Jejak Ruqyah BumiLangit: Janin yang ditunggangi Setan)
———
Ceritanya, gadis ini merantau di sebuah kota besar. Bekerja. Sudah 5 tahunan lamanya. Sejak lulus SMP. Namanya merantau sebatang kara, jelas jauh sanak famili. Bapak ibu tidak ikut. Teman dekat juga tidak. Yang ada orang lain sesama perantau, sama pekerja yang kenal baru. Teman-teman jauh yang tak jelas asalnya.
Dengan kondisi demikian, maka dia hrus memiliki sikap jaga diri yang maksimal. Padahal dia masih baru lulusan SMP. Masih gadis belia. Pengetahuan kurang, pengalaman minim. Kedewasaan apalagi, gak matang.
Akhirnya, lama kelamaan, ada yang tidak terjaga, tak selamat, hamil duluan. Maksudnya, hamil sebelum nikah tanpa punya suami sah.
Calon memiliki bayi ilegal tak punya bapak, pikirnya lagi belum siap jadi ibu, jadinya berniat menggurkan bayinya.
Dri sinilah brsumber penyakit gawat: psikologinya terganggu, dikejar kejar rasa was was dan malu. Tertekan.
Fisikalnya juga: berbagai cara, pijat dan obat penghancur janin dilakukan. Gawatnya lagi, janin tak mati2 malah mkin aktif. Jiwanya mkin ketakutan. Tubuhnya jdi terkikis. Kurus. Keluar masuk rumah sakit. Ngenes.
Dari situ jadi ketemu saya, mintak diruqyah. Krena keanehan2 terasa terjadi: jiwanya makin tak karuan, pandangannya kosong dan suka marah. Komunikasi makin tak nyambung.
Selain itu, janinnya aneh, diminumi obat penghancur tercanggihpun mlah makin besar dan aktif bergerak, padahal masih 2 bulanan umurnya.
Awal kali solusinya hrus niat tobat nasuha. Lalu sy ruqyah.
Sambil saya amati, reaksinya yg paling besar di bagian perut pas di bgian kandungan. Yg kedua di bagian kepala.
Ternyata, diperutnya itu memang ada semacam benda bulat yg bergerak-gerak terasa kesakitan. Pikir saya, itu orok yg ditunggangi jin sihir. Ini sebabnya meski ada upaya pengguguran janinnya tetap hidup dan malah tambah bergerak-gerak.
Yang di kepalanya juga kesakitan hingga kadang semaput kadang sadar. Setengah kesurupan.
Gangguan yg di kepala mau di ajak komunikasi. Tinggal di kepalanya mau melindungi katanya. Tp bohong. Melindungi kok menyakiti. Dan tidak punya hak tuk melindungi. Ternyata setelah sy desak mengaku tujuannya memelet. Dibuat cinta. Yang melet bukan hanya satu orng. Bnyak lelaki rebutan dan semuanya pake pelet. Maklum, gadis itu cantik putih bermata cina. Sipit. Tinggal di kos sendirian.
Jin2 pelet di kepala itulah yg mnyebabkn gadis itu terkadang ketakutan berlebihan, pendiam hampa, dan terkadang emosional.
Ngeri skali melihat kondisi gadis itu.
Akhirnya, diruqyah beberapa kali alhamdulillah, dg Ridlo Allah, orangnya makin pulih, ceria, dan semangat lgi. Dan sy sarankan tuk berhenti merantau. Bekerja yg dekat2 dr rumahny saja. Ada ibu bapaknya. Dekat dg saudara2 dan teman2nya yg jelas shingga lebih aman. Terutama jaga ibadah dan perilaku pergaulan.
Bagi shbat2ku, terutama yg wanita, hati2 dalam pergaulan terutama yg perantau, pelet itu nyata dan makin canggih. Dan persoalan asmara makin nekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar